Posts displayed of the category:
humor dewasa09 Sep 2008
Nggak ada efek samping
Anto: “Dok, menurut penelitian para ahli farmasi pil Viagra itu dipastikan nggak ada efek samping…”
Dokter: “Anto, semua obat itu pasti ada efek sampingnya, jadi nggak bener itu Viagra nggak ada efek samping...”
Anto: “Iya bener Dok... mereka punya buktinya... Viagra itu nggak ada efek samping... menurut para ahli disana jelas terlihat bahwa Viagra mempunyai efek kedepan...”
09 Sep 2008
Berapa sih tadi angkanya
Sekelompok lelaki jongkok berkeliling di ujung jalan. Mereka sedang berjudi dengan menggunakan dadu. Tiba² datang seorang perempuan seksi yang langsung saja duduk diantara mereka dan meletakkan uang setengah juta rupiah sebagai taruhan. Bandar setuju.
"Nggak keberatan kan kalau saya melepaskan rok saya agar saya bisa duduk dengan enak dan melempar dadu dengan enak," perempuan tersebut melepaskan roknya dan ternyata ia tidak memakai CD.
Ia duduk di atas kedua lututnya kakinya yang merenggang, dan kemudian dengan setengah menungging, perempuan tersebut melemparkan dadunya.
"Ayolah sayang... buat beli CD nih!"
Sesaat kemudian, "Hore. aku menang, aku menang." Perempuan tersebut berteriak kegirangan sambil mengambil uang dan bajunya, kemudian segera meninggalkan tempat tersebut. Semua lelaki yang berada di situ melongo.
Akhirnya seseorang bertanya, "Berapa sih tadi angkanya?"
Yang lain saling berpandangan dan kemudian berkata,
"Aku tadi juga nggak melihat dadunya."
09 Sep 2008
Tidak pernah kamu pakai
Ida dan Adi telah menikah selama 20 tahun. Suatu hari ketika Ida pulang dari menjenguk ibunya, didapatinya Adi sedang berhubungan intim dengan perempuan muda di kamarnya. Dengan marah, Ida membanting pintu dan bermaksud pergi meninggalkan rumah.
Adi mengejarnya sambil berkata, "Dengar dulu dong penjelasanku. Paling tidak sebelum kamu pergi, kamu tahu asal mula kejadian ini." Agak penasaran, Ida menghentikan langkahnya.
"Tadi waktu pulang kantor, aku melihat perempuan muda ini di jalan, dengan pakaian compang camping dan basah akibat kehujanan. Merasa kasihan, aku bawa dia kerumah. Dia lapar, jadi aku beri makanan yang kamu simpan di kulkas, yang kamu sudah lupa. Lalu kuberi pakaianmu yang sudah lama tidak kamu pakai karena kekecilan. Lalu aku lihat dia tidak pakai alas kaki, jadi aku beri sandalmu yang tidak kaupakai lagi karena sudah ketinggalan jaman. Terus aku beri dia sweater yang dulu kubelikan untuk ulang tahunmu, tapi nggak pernah kamu pakai juga karena warnanya tidak cocok," kata suaminya.
Dia menambahkan, "Sebenarnya perempuan tersebut sudah mau pergi ketika dia bertanya, "Masih ada nggak, barang yang tidak pernah lagi dipakai oleh istri Bapak?"
09 Sep 2008
Sarapan roti
Nyonya Heni setahun belakangan ini uring-uringan. Ini lantaran suaminya beristri lagi dan hari-hari sang suami senantiasa dihabiskan di rumah istri mudanya. Sengaja Nyonya Heni tidak minta cerai karena dia optimis bahwa suaminya bakal bisa dia rebut kembali dari cengkeraman istri muda. Berbagai upaya pun dilakukan Nyonya Heni untuk mendapatkan kembali mutiaranya yang hilang. Usahanya antara lain dengan menyewa mata-mata untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang kehidupan suaminya dengan sang istri muda, termasuk informasi rahasia ranjang mereka: kenapa sang suami sampai lengket betul dengan istri muda.
Selidik punya selidik, si mata-mata berhasil mendapatkan informasi yang sangat akurat tentang mengapa suami Nonya Heni begitu betah di kamar tidur istri muda. Rupanya, dalam setiap kali ritual hubungan biologis, si istri muda selalu mengawalinya dengan permainan yang mereka biasa sebut American Breakfast. Konkretnya, si istri muda menyediakan tubuh polosnya seperti sepotong roti dan di meja samping tempat tidur selalu tersedia berbagai jenis selai (ada selai nanas, selai srikaya, selai strawberi) dan juga messes coklat. Selanjutnya, sang suami tinggal menikmati "rotinya" dengan pilihan rasa sesuai selera pada hari itu.
"Silakan hero-ku kau mau sarapan roti dengan rasa apa, tinggal pilih saja," begitu rayu si istri muda. Jika pas sedang pingin rasa nanas, sang suami akan mengoleskan selai nanas di atas "roti" dan melahapnya habis-habisan. Di hari lain, sang suami pingin "roti" dengan selai srikaya bertabur messes, dan seterusnya.
Mendengar laporan mata-mata tadi, Nyonya Heni pun tidak mau kalah set. Dia sadar usianya sudah tidak muda lagi, namun rasa optimisnya mengalahkan kesadaran akan usia dan bentuk tubuhnya. Dibelinya berbagai macam selai dan messes di supermarket dan ditatanya dengan rapi di kamar tidur. Pas jadwal suaminya pulang ke sarang lama, Nyonya Heni pun segera mempersiapkan dirinya. Dilucutinya segala jenis pakaiannya dan jadilah dia sepotong "roti" di tempat tidur. Begitu suaminya masuk kamar, Nyonya Henipun membuka acara "sarapan" dengan berkata:
"Silakan sayangku, kau mau sarapan roti dengan model dan rasa apa, tinggal pilih saja."
"Well" jawab suami, "hari ini kayaknya aku ingin roti itu dipanggang saja!"
09 Sep 2008
Ogah dan Ableh
Ogah dan Ableh, dua sohib yang sudah sebulan kecanduan ngegelek (ganja), Sabtu lalu tertangkap Polisi. Sempat menginap dua malam di sel, akhirnya hari Senin nya mereka ketemu dengan pak Hakim. Pak Hakim, melihat dua anak muda, harapan bangsa, korban pergaulan masa sekarang, jadi kesel. "Kalian masih muda sudah kecanduan ngegelek... besar nanti mau jadi apa?" tanya Pak Hakim sinis.
"Ampun Pak Hakim... kami cuma ikut² an teman saja..." kata si Ogah. "Iya Pak Hakim... kami kapok deh... nggak lagi..." timpal si Ableh.
Pak Hakim tersentuh juga membayangkan anaknya yang seusia mereka. Setelah berpikir sejenak, Pak Hakim lalu mengambil keputusan.
"Baiklah... kali ini kuampuni kalian... tapi dengan satu syarat... Kalian punya tugas dalam waktu seminggu harus membujuk teman² kalian yang pada ngegelek supaya insyaf... Senen depan kalian kesini lagi untuk kasih laporan." "Tok... tok... tok..." Hakim mengetuk palu.
Seminggu kemudian...
"Sdr. Ogah... bagaimana dengan hasil kerja Anda...?"
"Lapor Yang Mulia... saya seminggu ini berhasil membujuk teman² saya sebanyak 17 orang... untuk berhenti ngegelek..."
"17 orang???" tanya Hakim... "Bagus, hebat... bagaimana tuh caranya??"
"Begini pak Hakim... saya gambar dua lingkaran... satu besar dan satu kecil...; Lalu saya jelaskan lingkaran yang gede itu otak sebelum mereka ngegelek... sedang yang kecil itu otak setelah mereka ngegelek..."
"Bagus... bagus..." kata Hakim senang... "Lalu Saudara Ableh..."
"Saya bisa membujuk 156 teman saya yang mulia..."
"156???!!! " tanya Hakim kaget... "Bagaimana caranya tuh???"
"Sama... Yang Mulia... saya juga bikin dua lingkaran, yang satu besar... yang satu lagi kecil..."
"Terus...?" tanya Pak Hakim...
"Saya bilang... yang kecil ini lobang pantatku kemarin sebelum masuk penjara..."